Mengenal Kanker Ovarium

Demi menyelamatkan kerja keras dalam menyelesaikan tugas referat tentang kanker ovarium, maka saya akan mencoba mensarikannya dalam tulisan ini. Secara definisi saya kira sudah sangat jelas kita akan membahas seputar pertumbuhan abnormal sel pada jaringan ovarium, alias kanker ovarium. Prevalensi kanker ini cukup tinggi, bahkan seorang ahli memperkirakan terdapat 1 dari 54 perempuan yang mengidap kanker ovarium selama hidupnya.

Hipotesis yang paling banyak dikenal sebagai penyebab kanker ovarium adalah incessant ovulation atau ovulasi terus menerus. Sebagaimana kita ketahui, ovarium berperan dalam menghasilkan estrogen dan progesteron yang nantinya akan mempengaruhi ovulasi sel telur, Ovulasi yang terjadi tanpa henti ini yang nantinya dicurigai mengakibatkan lesi dan akhirnya terjadi mutasi genetik menghasilkan proses karsinogenesis. Oleh karena itu, perempuan yang mengalami menstruasi terlalu dini maupun menopause yang terlambat memiliki risiko yang lebih tinggi. Selain itu masih ada hipotesis lain seperti hipotesis androgen, hipotesis inflamasi, hipotesis gonadotropin, dan hipotesis stromal ovarium. Keseluruhan hipotesis ini bekerja sesuai perannya masing-masing sehingga kejadian kanker ovarium ini disebabkan oleh multifaktor.

Ketika mencurigai adanya kanker ovarium maka perlu digali anamnesis yang lebih dalam terkait gejala desakan dan gejala penyebarannya. Meski demikian, kanker ovarium ini sangat sering terlambat dideteksi karena sering muncul tanpa keluhan spesifik dan keluhan yang muncul pun seringnya pada tahap lanjut. Pemeriksaan tumor marker CA-125 dapat membantu penegakan diagnosis sebagai sebuah keganasan walaupun itu tidak spesifik. Pemeriksaan palpasi dan USG dapat membantu untuk memperkirakan ukuran kanker dan ada atau tidaknya ascites. Selanjutnya gold standar diagnosis kanker ovarium ini dilakukan dengan metode surgical staging dan melakukan pemeriksaan patologi anatomi.

Penatalaksanaan kanker ovarium ini dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi. Semakin bersih proses pembedahan yang dilakukan alias residu jaringan kanker semakin kecil (<1cm) maka semakin baik pula prognosisnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut saya lampirkan softfile referat saya barangkali bisa lebih bermanfaat

Tugas dokter adalah membantu pasien memahami kondisi fisiknya, oleh karena itu belajar seumur hidup adalah sebuah keharusan.

Irfandinata

Sejarah Ketimpangan Teknologi Dunia

Ahli sejarah teknologi merangkum setidaknya ada 14 faktor yang dapat menjelaskan distribusi teknologi dunia, sebagaimana diungkapkan oleh penulis ternama, Jared Diamond, dalam karyanya “Gun, Germs & Steel”. Sebagai berikut:

Faktor kesehatan

1. Harapan hidup yang panjang berkat kedokteran modern memberikan rasa aman dan waktu yang panjang bagi penemu untuk mengembangkan karyanya

Faktor ekonomi dan organisasi masyarakat

  1. Kelangkaan dan tingginya gaji buruh merangsang pencarian solusi teknologi.
  2. Perlindungan terhadap hak paten
  3. Kesempatan pelatihan teknis yang luas
  4. Kapitalisme modern yang mendorong investasi dalam perkembangan teknologi dapat mendatangkan keuntungan
  5. Individualisme yang kuat sehingga para penemu dapat menikmati seutuhnya pendapatan atas karyanya

Faktor ideologis

  1. Keberanian mengambil risiko
  2. Mindset ilmiah, menurut Jared Diamond adalah ciri khas masyarakat Eropa pasca-Renaissance
  3. Toleransi terhadap hal-hal yang baru
  4. Hubungan agama dengan inovasi teknologi. Konon menurut Diamond sejumlah aliran Yahudi dan Kristen sangat cocok dengan teknologi. Sebalikanya pada sejumlah aliran Islam, Hindu, dan Brahmanisme

Faktor lain-lain

  1. Perang seringkali merangsang inovasi teknologi. Misalnya senjata nuklir pada Perang Dunia II, truk dan pesawat pada Perang Dunia I
  2. Pemerintahan yang kuat dan terpusat dapat mendorong maupun menekan inovasi
  3. Iklim yang keras mendorong inovasi namun iklim yang ramah juga dapat mendukung kondusifitas dalam berinovasi
  4. Sumber Daya Alam yang melimpah dapat mendorong inovasi

Sekian. Penulis lanjut membaca halaman ke-312 buku ini.

Penanda Manusia

Kepintaran dan kemampuan berpikir manusia tidak cukup untuk menguasai dunia. Namun kemampuan untuk bekerja sama secara fleksibel dengan jumlah tak terbatas menjadikan homo sapiens bertahan sebagai penguasa dunia.

Lebah mampu bekerja sama dengan sangat canggih. Namun mereka tidak mampu menciptakan tatanan sosial baru dalam waktu singkat sebagaimana manusia dapat menggulingkan pemerintahannya dalam waktu semalam.

Begitupula dengan simpanse, mereka lebih fleksibel, namun hanya mampu bekerja sama dengan keluarga kecilnya.Atas dasar pengenalan personal.

*Homo Deus – Yuval Noah Harari